Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Wujudkan Literasi untuk Kemajuan Masyarakat
Pemprov Kaltara

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Wujudkan Literasi untuk Kemajuan Masyarakat

13/11/20242 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

TANJUNG SELOR – Perpustakaan kini tidak lagi sekadar tempat membaca atau meminjam buku. Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional RI, perpustakaan ditransformasi menjadi ruang belajar dan pemberdayaan yang mampu menjawab kebutuhan spesifik masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara, Suwarsana, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk mengubah persepsi publik tentang perpustakaan.

“Bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran sepanjang hayat yang relevan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat lokal,” ujarnya.

Program TPBIS bertumpu pada pemahaman bahwa setiap daerah memiliki karakteristik unik, baik dari segi kebutuhan literasi maupun sumber daya. Oleh karena itu, perpustakaan desa dan kelurahan dirancang agar dapat beradaptasi dengan situasi lokal.

Hal ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang inovatif, mulai dari pengajaran baca-tulis tambahan untuk anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, hingga pelatihan keterampilan berbasis potensi daerah.

Sebagai contoh, di desa-desa yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, perpustakaan menyelenggarakan pelatihan untuk mengolah hasil panen atau bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, perpustakaan di wilayah urban menghadirkan pelatihan komputer dasar untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, yang kini menjadi kebutuhan penting di era digitalisasi.

“Perpustakaan kini lebih dinamis, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, perpustakaan mampu menjadi motor perubahan sosial sekaligus mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan kemajuan,” tambah Suwarsana.

Program TPBIS juga didesain agar sejalan dengan kebijakan strategis Perpustakaan Nasional 2020-2024. Kebijakan tersebut meliputi peningkatan budaya literasi melalui kampanye kegemaran membaca, penguatan konten literasi yang relevan, serta layanan berbasis inklusi sosial.

Suwarsana menegaskan bahwa tujuan utama TPBIS adalah menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan berkarakter, serta mendorong peningkatan kesejahteraan.

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah sebuah upaya besar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan. Dengan ini, kita berharap masyarakat menjadi lebih berdaya dan sejahtera,” tegasnya.

Di Kalimantan Utara, program TPBIS telah diimplementasikan di sejumlah perpustakaan desa dan kelurahan. Beberapa perpustakaan yang telah mengadopsi pendekatan ini antara lain di Kelurahan Karang Balik, Kampung Enam, Mamburungan, dan Desa Gunung Putih. Setiap perpustakaan menawarkan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Transformasi ini menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perubahan sosial dan ekonomi. Dengan terus mengembangkan program berbasis inklusi sosial, perpustakaan dapat menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan masyarakat yang maju, mandiri, dan kreatif. (adv)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

ESDM Kaltara Terima Usulan Listrik Desa, Azis: PLTS Lebih Ideal Dibanding Mikrohidro

21/01/20262 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.