Kebakaran hebat melanda agen sembako milik Ian di Jalan RA Kartini RT 07 Nunukan Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara. Peristiwa pada Jumat (19/6) malam itu menghanguskan bangunan semipermanen berukuran 8 x 15 meter persegi hingga rata dengan tanah. Musibah ini memicu kerugian materiil dalam skala masif.
Pemilik menggunakan bangunan tersebut sebagai pusat grosir bahan pokok. Fungsi ganda inilah yang membuat nilai barang-barang yang hangus menjadi sangat besar. Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, membeberkan estimasi dampak materiil dari petaka ini.
“Kami memperkirakan kerugian harta benda mencapai ratusan juta rupiah. Sebab, api membakar habis toko sembako yang sekaligus berstatus agen,” jelas Wahyudi.
Kesaksian Mencekam dari Meja Kasir
Saat petaka berlangsung, Ian selaku pemilik toko sedang pulang kampung ke luar kota. Para pekerja memegang penuh tanggung jawab operasional dan menjaga kios malam itu.
La Amba (56), salah satu penjaga toko, menceritakan kembali detik-detik mencekam saat berdiri di meja kasir. Secara mendadak, percikan api muncul dari area atap kios bagian belakang. Karyawan selama ini memakai area belakang tersebut sebagai dapur sekaligus tempat tidur.
Kobaran api membesar dengan sangat agresif dalam sekejap. Mayoritas komoditas sembako merupakan material mudah terbakar sehingga lidah api menjalar cepat ke seluruh ruangan. Kondisi kritis tersebut memaksa empat orang penjaga toko langsung berhamburan lari keluar demi menyelamatkan nyawa mereka.
Melihat situasi makin tak terkendali, Agus Nuryanto, seorang tetangga sekitar, bergerak cepat. Ia langsung mengontak markas pemadam kebakaran pada pukul 21.05 Wita.
Penyerbuan Titik Api oleh Pasukan Damkar
Merespons laporan darurat dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran bergerak cepat. Pihak Damkar mengerahkan tujuh unit armada mobil pemadam kebakaran membelah malam menuju lokasi kejadian.
“Petugas damkar beserta mobil pemadam di mako utama langsung bergegas menuju lokasi peristiwa,” ungkap Wahyudi Kawariyin.
Setibanya di lokasi, pasukan damkar langsung menyerbu titik api utama. Menggunakan nozel, para personel menerobos kepulan asap hitam pekat dan menahan sengatan hawa panas ekstrem. Berkat aksi taktis tersebut, petugas sukses memadamkan dan mengendalikan amukan utama si jago merah dalam waktu kurang dari setengah jam.
Catatan Kelam di Lokasi yang Sama
Petugas melanjutkan operasi dengan menyemprotkan air selama lebih dari satu jam. Proses pendinginan material ini bertujuan memastikan tidak ada sisa arang yang memicu api sekunder. Saat ini, pihak kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Ironisnya, peristiwa ini seolah membuka kembali lembaran hitam masa lalu. Catatan resmi pihak Damkar menunjukkan lokasi tanah yang sama persis pernah mengalami kebakaran hebat pada 12 Desember 2023. Namun, saat itu pengelola toko sembako tersebut merupakan orang yang berbeda.
⚠️ CATATAN REDAKSI:
Redaksi menyelaraskan kembali materi publikasi ini dari laporan resmi Akun Facebook Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan demi menjaga akurasi serta transparansi informasi publik.











