Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Cerita WNI Yang Tinggal Di Sempadan Malaysia, Berangkat Pagi Pagi, Lalui Jalanan Licin Dan Rusak Demi Ikut Coklit Di Perbatasan Negara
Politik

Cerita WNI Yang Tinggal Di Sempadan Malaysia, Berangkat Pagi Pagi, Lalui Jalanan Licin Dan Rusak Demi Ikut Coklit Di Perbatasan Negara

16/07/20243 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

 

NUNUKAN – Dua ibu ibu yang ada di bangku antrean, Syarifah dan Dewi, terlihat bercanda riang dan melepas tawa renyah mereka, saat menunggu giliran coklit di Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (30/6/2024) lalu.

Sebuah momen langka, dan diluar kebiasaan mereka. Karena biasanya, ibu ibu paruh baya tersebut, sibuk memungut dan mengumpulkan kernel/biji kelapa sawit, yang berhamburan setelah dipanen, di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

‘’Kami naik kereta (motor) pagi pagi datang kesini. Licin jalanan, becek juga, sering kami jatuh di jalan tuh, kapanlah bisa dibaiki itu jalanan kasihan,’’ kata Syarifah, kepada wartawan.

Syarifah mengatakan, jalanan perkebunan yang rusak dan licin, bukan hambatan atau alasan bagi mereka tidak hadir saat dipanggil untuk pendataan pemilih di Pilkada Nunukan 2024.

Ia mengaku sudah sangat terbiasa dengan keadaan tersebut. Syarifah yang sudah sekitar 20 tahun berdomisili di Kampung Bergosong ini pun memiliki semangat lebih untuk datang ke Sebatik mengikuti coklit.

‘’Bisa sekalian belanja kebutuhan rumah. Perusahaan beri kami libur kerja kalau ada urusan coklit macam ni,’’ imbuhnya.

Untuk orang orang lama bekerja di Malaysia macam Syarifah dan Dewi, mereka mengaku dipermudah keluar ke Indonesia, atau masuk Malaysia, karena aparat setempat sudah kenal dan hafal wajah mereka.

Berbeda halnya dengan pekerja baru, polis Malaysia akan memeriksa dokumen hingga izin dari perusahaan.

‘’Tak susah, tak payah pakai dokumen, kami orang lama dan dikenal juga oleh Polis. Jadi mudah je keluar masuk,’’ kata dia.

Terlebih, anak anak Syarifah juga bersekolah di Pulau Sebatik Indonesia. Mereka datang pagi buta ke sekolah, melewati jalanan tengah kebun sawit, dan akan kembali pada sore hari sepulang sekolah.

‘’Anggap je undangan pendataan atau coklit ini hiburan. Kita diberi libur perusahaan, bisa berkunjung ke rumah saudara, sambil belanja kebutuhan untuk dibawa masuk balik kan,’’ katanya.

ANAK BELUM CUKUP UMUR MINTA DICOKLIT

Terpisah, Ketua PPK Sebatik Tengah, Asdar, mengatakan, antusiasme WNI di tapal batas sangat tinggi.

Kesadaran sebagai warga Negara yang memiliki hak suara dan berperan penting dalam setiap pesta demokrasi, seakan sudah mengakar dalam.

‘’Sehingga memanggil para WNI kita di wilayah Malaysia, tidak susah. Bisa dilihat, setiap pemilu, antusiasme mereka cukup tinggi. Mereka masuk Indonesia naik motor lewat jalanan kebun, sekitar satu jam lebih,’’ kata Asdar.

Saking tingginya antusiasme mereka, di salah satu lokasi Coklit di Desa Sei Limau, Sebatik Tengah, ada gadis bernama Nur Alani (15), meminta dicoklit juga.

‘’Jadi mungkin dia sebenarnya disuruh orang tuanya mewakili coklit. Tapi akhirnya minta dicoklit juga. Tapi coklit kan tidak bisa diwakili, kita beri pengertian agar orang tuanya yang datang langsung,’’ jelasnya.

Gadis remaja tersebut, mengaku datang bersama teman sebayanya, dan beranggapan bisa ikut mencoblos pada Pilkada Nunukan 2024 nanti.

Dengan polosnya, ia menyodorkan Kartu Keluarga (KK), sekaligus meminta agar petugas Pantarlih sudi sekalian mencoklitnya.

‘’Jangan ditanya kalau ada hajatan pemilu atau even kenegaraan. Para WNI di Malaysia masih sangat tinggi kepedulian mereka,’’ tegas Asdar. (Sumber Kabar Nunukan)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

Alat Kelengkapan Pemilu Tiba Di Nunukan, KPU Susun Mekanisme Pendistribusian Ke Wilayah Yang Sulit Dijangkau

18/10/20241 Min Read

Berkas Pendaftaran Tiga Bapaslon Kepala Daerah Nunukan Belum Ada Yang Memenuhi Syarat

07/09/20241 Min Read

KPU Nunukan Terima Hasil Pemeriksaan Kesehatan 3 Paslon Kada Nunukan

04/09/20242 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.