Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » 115 Desa di Kaltara Belum Teraliri Listrik, ESDM Targetkan 100 Persen di Tahun 2030
Pemprov Kaltara

115 Desa di Kaltara Belum Teraliri Listrik, ESDM Targetkan 100 Persen di Tahun 2030

22/11/20252 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengakui bahwa perjuangan mewujudkan pemerataan energi masih berlanjut. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara mencatat masih ada 115 desa di Bumi Benuanta yang hingga saat ini belum teraliri listrik.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara, mengungkapkan data terbaru ini kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.

“Data kita itu baru 81,95 persen desa di Kaltara yang sudah berlistrik. Masih ada 115 desa atau 18,05 persen lagi yang belum berlistrik,” ujar Yosua.

Namun, Yosua menambahkan bahwa terdapat kemajuan signifikan. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2020, angka desa berlistrik di Kaltara yang merupakan provinsi ke-34 Indonesia ini baru mencapai 68,88 persen. Hal ini menunjukkan adanya percepatan layanan dalam empat tahun terakhir.

Yosua Batara menegaskan komitmen Pemprov Kaltara untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini.

“Target kita layanan listrik 100 persen di Kaltara itu di tahun 2030,” tuturnya.

Untuk mencapai target ambisius dalam lima tahun ke depan, Pemprov Kaltara akan mengadopsi pola kolaborasi dengan sejumlah pihak terkait. Kepala Dinas ESDM Kaltara sendiri telah aktif melakukan roadshow ke Kementerian ESDM dan PT. PLN (Persero).

Pola penyediaan listrik sangat bergantung pada kondisi geografis dan kebutuhan anggaran:

  1. PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro): Pembangunan jenis pembangkit ini membutuhkan biaya yang besar.

  2. Perluasan Jaringan: Biaya tidak terlalu besar karena hanya fokus pada pembangunan jaringan dari titik eksisting.

Yosua menjelaskan bahwa dari 115 desa yang belum berlistrik, ada beberapa yang memerlukan pembangunan jaringan khusus untuk menyeberangi sungai, seperti yang dihadapi di daerah Sembakung, Nunukan.

“Jadi dia dibuat seperti SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), tapi jaringannya hanya tegangan menengah,” pungkasnya, menandakan kompleksitas infrastruktur yang harus dibangun di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

ESDM Kaltara Terima Usulan Listrik Desa, Azis: PLTS Lebih Ideal Dibanding Mikrohidro

21/01/20262 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.