Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Menuju 2030, Kaltara Perkuat Akses Energi Desa melalui BPBL dan Listrik Desa
Pemprov Kaltara

Menuju 2030, Kaltara Perkuat Akses Energi Desa melalui BPBL dan Listrik Desa

22/12/20252 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mempercepat pemerataan listrik hingga ke wilayah pelosok. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov Kaltara menfokuskan program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa untuk mengejar target akses energi menyeluruh pada tahun 2030.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara, Abdul Muis, menyampaikan bahwa komitmen menghadirkan listrik bagi masyarakat pedesaan tetap menjadi prioritas utama, meski ada penyesuaian target akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional.

“Program BPBL tahun 2025 ini bersumber dari kolaborasi APBN dan APBD Provinsi. Awalnya kami mengusulkan sekitar 2.500 sambungan ke pemerintah pusat, dan sebagian besar sudah terealisasi melalui PLN,” kata Abdul Muis.

Hingga akhir 2025, PLN telah menuntaskan sekitar 1.600 sambungan listrik di Kalimantan Utara, termasuk di wilayah Kabupaten Malinau. Sementara dari APBD Provinsi, pemerintah berhasil merealisasikan 292 sambungan tambahan setelah penyesuaian anggaran.

Sebaran sambungan listrik gratis ini mencakup seluruh kabupaten/kota di Kaltara, dengan rincian. Kota Tarakan: 72 sambungan, Kabupaten Nunukan: 72 sambungan, Kabupaten Tana Tidung: 64 sambungan dan Kabupaten Bulungan: 62 sambungan.

Meski realisasi tahun ini belum sepenuhnya sesuai target awal, Dinas ESDM Kaltara memastikan program akan kembali dipacu pada 2026 dengan target lebih dari 1.000 sambungan baru.

Abdul Muis menekankan bahwa pemerataan listrik bukan sekadar mengejar angka statistik. Akses energi menjadi kunci untuk membuka keterisolasian di berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat desa.

“Pemerataan listrik adalah bagian dari program berkelanjutan untuk membuka akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” tegasnya.

Pemprov Kaltara optimistis, perluasan jaringan listrik yang konsisten akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan, terutama di daerah terpencil dan perbatasan negara.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

TBM Patok Dua Perkuat Karakter dan Literasi Generasi Muda Perbatasan

15/07/20263 Mins Read

Banjir Landa Sebatik Tengah, Aktivitas Warga dan Sekolah Terdampak

13/07/20263 Mins Read

MTQ Korpri Kaltara 2026 Diikuti 87 ASN, Seleksi Kafilah Menuju Nasional

13/07/20263 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.