Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » ESDM Kaltara Usulkan Desa Perbatasan Jadi Prioritas Listrik Nasional demi Hemat APBD
Pemprov Kaltara

ESDM Kaltara Usulkan Desa Perbatasan Jadi Prioritas Listrik Nasional demi Hemat APBD

22/12/20252 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memasang strategi menyikapi rencana pemangkasan anggaran tahun 2026 oleh pemerintah pusat. Sektor energi, yang menjadi tulang punggung pembangunan, kini menyiapkan langkah taktis agar proyek strategis tetap berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan, menegaskan pihaknya akan bergerak lebih agresif membangun koordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero).

“Kita harus lebih cepat dan agresif berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Tujuannya jelas, agar kita tidak melulu mengandalkan anggaran daerah untuk pembangunan sektor energi,” ujar Yosua saat ditemui di Bulungan.

Salah satu fokus utama yang diperjuangkan adalah pemerataan akses listrik di wilayah pedalaman dan perbatasan yang hingga kini masih banyak yang belum teraliri energi listrik.

Yosua mengungkapkan, pihaknya telah merampungkan sejumlah dokumen usulan desa-desa yang menjadi prioritas untuk segera dielektrifikasi. Dokumen ini telah dikomunikasikan secara intensif ke level pusat.

“Daerah yang belum tersedia listrik masih banyak. Kami sudah siapkan dokumen pengajuan desa-desa tersebut. Harapannya, Kaltara menjadi prioritas nasional sehingga pendanaannya bersumber dari pusat atau PLN langsung,” ungkapnya.

Selain mengejar pendanaan program, Dinas ESDM Kaltara juga tengah memantau potensi pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas). Meski menjadi sektor unggulan, Yosua mengaku belum mendapatkan angka pasti mengenai besaran DBH yang akan diterima Kaltara tahun depan.

“Terkait besaran anggaran dari pusat melalui DBH Migas, saat ini kami belum menerima datanya, sehingga belum diketahui pasti berapa jumlahnya,” tambah Yosua.

Langkah jemput bola ke pusat ini diharapkan menjadi solusi jitu di tengah ketatnya ruang fiskal daerah, sekaligus memastikan hak masyarakat di beranda terdepan Indonesia untuk menikmati listrik tetap terpenuhi.

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

Pelatihan Berbasis Kompetensi Resmi Dimulai, Pemkab Malinau Siapkan SDM Unggul

09/07/20263 Mins Read

SPMB SDN 004 Nunukan Diserbu, Tapi Kuota Belum Terpenuhi Karena Aturan Zonasi

08/07/20263 Mins Read

Gubernur Kaltara Terima Dua Penghargaan Bergengsi Bidang Ekonomi Syariah

07/07/20263 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.