Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Fokus ESDM Kaltara, Warga Berpenghasilan Rendah yang Terlewat Bantuan Listrik
Advertorial

Fokus ESDM Kaltara, Warga Berpenghasilan Rendah yang Terlewat Bantuan Listrik

07/10/20262 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

TANJUNG SELOR – Penghasilan rendah tidak selalu membuat masyarakat otomatis masuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah. Di Kalimantan Utara (Kaltara), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti adanya warga berpenghasilan sekitar Rp1 juta per bulan yang tercatat dalam desil 9, sehingga berpotensi tidak memperoleh Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan Abdul Muis mengatakan, ketidaksesuaian data sosial ekonomi dengan kondisi nyata masyarakat dapat memengaruhi peluang warga untuk memperoleh bantuan.

“Ada yang penghasilannya Rp1 juta per bulan masuk desil 9. Kasihan jadinya tidak bisa menerima bantuan, termasuk untuk pemasangan listrik gratis,” ujar Abdul Muis.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemutakhiran dan sinkronisasi data penerima bantuan.  Status desil menjadi salah satu acuan dalam pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Karena itu, Dinas ESDM Kaltara terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki data penerima BPBL.

Abdul Muis menegaskan, akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Oleh sebab itu, warga yang benar-benar membutuhkan sambungan listrik perlu mendapat perhatian agar tidak terlewat dalam proses penentuan penerima bantuan.

Program BPBL memberikan bantuan pemasangan sambungan listrik baru secara gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya telah terjangkau jaringan PLN, tetapi belum memiliki sambungan listrik sendiri.

“Listrik menjadi kebutuhan dasar. Karena itu kami terus berupaya agar masyarakat yang memang membutuhkan tetap bisa diakomodir,” katanya.

Pemprov Kaltara berharap pembenahan data sosial ekonomi dapat membantu meningkatkan ketepatan penyaluran BPBL. Dengan demikian, masyarakat yang memenuhi kebutuhan dan kriteria program memiliki peluang lebih baik untuk memperoleh akses listrik yang layak.

ESDM Kaltara
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

ESDM Kaltara, SDM Lokal Siap Bersaing di KIHI Tanah Kuning

14/10/20261 Min Read

ESDM Kaltara, Pengambilan Air Tanah Harus Sesuai Aturan

13/10/20261 Min Read

ESDM Kaltara Bersinergi dalam Pengelolaan Sumber Daya Geologi

13/10/20261 Min Read

TRENDING

Pemkab Nunukan Lantik 7 PNS, Ini Daftar Pejabat yang Menempati Posisi Baru

27/10/20263 Mins Read

DKPP Nunukan Raih Juara III Pawai Budaya Lewat Kreasi Busana Hasil Bumi

12/10/20264 Mins Read

PAD Kaltara Diperkuat, Wagub Minta Pajak dan Retribusi Dikaji Lebih Optimal

01/09/20263 Mins Read

HIMPAUDI Sebatik Utara-Tengah Gelar Lomba Semarak Hari Anak dan HUT ke-81 RI

13/09/20264 Mins Read

Malaria Jadi Perhatian Serius, Nunukan-Sabah Bangun Sistem Pengendalian Bersama

08/10/20264 Mins Read

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.