TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu dengan mengusulkan penambahan kuota Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk tahun depan
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan Abdul Muis mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan pemasangan listrik masih cukup tinggi.
“Kuotanya berbeda setiap tahun tergantung anggaran pemerintah pusat. Namun, kami terus melobi karena kebutuhan masyarakat di Kalimantan Utara masih cukup besar,” ujar Abdul Muis.
Ia menyebutkan, selama ini Kaltara mendapat perhatian cukup baik dalam alokasi BPBL. Meski demikian, pemerintah daerah berharap jumlah penerima bantuan dapat terus bertambah agar semakin banyak rumah tangga yang memperoleh akses listrik.
“Alhamdulillah, selama ini Kaltara mendapat perhatian yang cukup baik,” katanya.
Program tersebut membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh sambungan listrik baru tanpa harus menanggung biaya pemasangan secara mandiri.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Kaltara juga memantau berbagai kendala di lapangan.
Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga kegiatan rumah tangga serta perekonomian.
“Kami terus berupaya agar tahun depan bantuan listrik gratis tetap berjalan dan kuotanya bisa lebih besar,” ujarnya.

