TANJUNG SELOR – Peralihan menuju energi bersih di Kalimantan Utara (Kaltara) membutuhkan dukungan sistem kelistrikan yang siap menghadapi berbagai tantangan. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara menekankan pentingnya menjaga keandalan pasokan, meningkatkan efisiensi penggunaan listrik, serta memperkuat mitigasi gangguan agar transisi energi berjalan berkelanjut
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan pengembangan energi terbarukan harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta kondisi kelistrikan di lapangan.
“Pengembangan energi terbarukan memang menjadi arah masa depan kita. Namun, kita juga harus realistis mengukur sejauh mana kesiapan infrastruktur, efisiensi penarikan daya, hingga mitigasi risiko darurat saat terjadi gangguan pasokan atau bencana alam,” ujar Ferdy di Tanjung Selor, Rabu (30/9).
Menurutnya, transisi menuju energi bersih tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan sumber energi terbarukan.
“Selain memberikan insentif dan dukungan bagi proyek-proyek energi bersih, aspek konservasi energi serta edukasi kesadaran masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang masif,” tuturnya.
Ferdy menilai penghematan energi bukan sekadar mengurangi konsumsi listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengelola sumber daya energi secara berkelanjutan. Di sisi lain, pengawasan terhadap sistem kelistrikan juga terus menjadi perhatian.
“Fungsi pengawasan yang mencakup pengukuran, penanganan keluhan pelanggan, hingga penyusunan rencana kesiagaan darurat (contingency plan) terhadap kegagalan peralatan atau faktor cuaca ekstrem menjadi tolok ukur akuntabilitas pelayanan publik,” katanya.
Kondisi geografis Kaltara yang luas, termasuk sejumlah wilayah dengan akses terbatas, turut membutuhkan perencanaan mitigasi yang matang.
Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas ESDM Kaltara mendorong sinergi dengan perusahaan penyedia tenaga listrik serta instansi terkait.
Ferdy menegaskan, transisi menuju energi hijau harus tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin transisi energi hijau mengabaikan keandalan pasokan yang ada saat ini. Sinergi, lanjutnya.
Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk membangun sistem energi yang tangguh serta mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah dalam jangka panjang.

