TANJUNG SELOR – Kondisi geologi suatu wilayah menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah pembangunan dan mengantisipasi risiko bencana. Dinas ESDM Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat pemetaan geologi dan pemantauan air tanah sebagai upaya mendukung pembangunan yang aman sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., kami berfokus pada keseimbangan antara pemanfaatan untuk pembangunan daerah dengan upaya konservasi agar kelestariannya tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Pemetaan Geologi Dukung Perencanaan Pembangunan
Ferdy menjelaskan, Bidang Geologi dan Air Tanah memiliki sejumlah tugas teknis, di antaranya pemetaan kondisi dan struktur geologi, pemantauan kualitas serta debit air tanah, hingga penyusunan peta tematik.
Data tersebut menjadi salah satu sumber informasi untuk mendukung perencanaan pembangunan dan infrastruktur daerah.
Selain mendukung perencanaan, informasi geologi juga berperan dalam mengidentifikasi kawasan yang berpotensi mengalami bencana, termasuk tanah longsor.
Pengawasan Pemanfaatan Air Tanah
Dinas ESDM Kaltara turut memperhatikan pengawasan terhadap pemanfaatan air tanah, termasuk kegiatan pengeboran sumur dan penggunaan air tanah yang harus mengikuti ketentuan perizinan.
“Pengawasan ketat juga diterapkan dalam aspek perizinan, seperti pengaturan pengeboran sumur dan pemanfaatan air tanah. Ini penting untuk mencegah penurunan muka air tanah sekaligus meminimalkan risiko pencemaran lingkungan,” jelasnya.
Ferdy menegaskan, pengelolaan geologi dan air tanah membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, Dinas ESDM Kaltara membuka ruang kerja sama dengan instansi pemerintah, kalangan akademisi, dan pelaku usaha.
Dengan demikian, pembangunan daerah dapat terus berjalan tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

