TANJUNG SELOR – Pegunungan, lembah terjal, dan kondisi tanah yang beragam menjadi tantangan dalam memperluas jaringan listrik ke wilayah pelosok Kalimantan Utara (Kaltara). Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara menekankan pentingnya kajian geologi agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat menjangkau wilayah terpencil dengan tetap memperhatikan ke setiap aspek.
Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas ESDM terus mendorong perluasan akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil. Dukungan anggaran dari pemerintah pusat pada 2026 menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan jaringan listrik komunal di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kaltara, Trimulbar, S.T., mengatakan Kondisi medan di pelosok Kaltara sangat unik dan menantang dan kondisi tersebut dapat memengaruhi proses pembangunan jaringan listrik, mulai dari mobilisasi material hingga penentuan jalur infrastruktur. Saat ditemui di Tanjung Selor, Sabtu (26/9/2026).
Pemetaan geologi sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pengembangan elektrifikasi, khususnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Nunukan dan Malinau, memiliki tantangan dalam hal aksesibilitas dan mobilisasi material.
Kontur wilayah yang berbukit serta kondisi tanah yang cenderung basah dapat menyulitkan pengangkutan material dan peralatan konstruksi ke lokasi pembangunan. Karena itu, penentuan jalur jaringan listrik perlu mempertimbangkan aspek teknis sekaligus karakteristik lingkungan setempat.
Dinas ESDM Kaltara mendorong koordinasi antara bidang geologi, teknis kelistrikan, dan instansi terkait untuk mendukung proses perencanaan.
“Kami berupaya memastikan setiap pembangunan infrastruktur energi tidak hanya mengejar percepatan elektrifikasi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan konstruksi dan ketahanan terhadap kondisi alam di wilayah setempat guna pemeraataan listrik berkelanjutan,” katanya.

