Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Tangan Bayi 1,5 Tahun Membengkak Dan Terjadi Perburukan Kondisi Pasca Diinfus Di RSUD Nunukan, Anggota DPRD Curhat Di Medsos
Nunukan

Tangan Bayi 1,5 Tahun Membengkak Dan Terjadi Perburukan Kondisi Pasca Diinfus Di RSUD Nunukan, Anggota DPRD Curhat Di Medsos

06/08/20242 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp


FOKUS KALTARA – Anggota DPRD Nunukan, Tri Wahyuni, menyuarakan kekesalan dan kekecewaannya setelah anaknya mengalami pelayanan kurang menyenangkan di RSUD Nunukan.

Anaknya berusia 1,5 tahun, mengalami pembengkakan pada tangan kanan dan terasa panas setelah mendapat infus di RSUD Nunukan.

Kejadian itu bermula saat si anak mengalami demam tinggi pada Kamis 25 Juli 2024. Dan dibawa ke IGD RSUD Nunukan, tapi penangan bisa rawat jalan, (5/8/2024).

Keesokan harinya, demam kambuh dengan gejala tambahan, dokter langsung melakukan perawatan intensif. Pasien kembali demam tinggi dan lagi cairan infus tidak mengalir ke tubuh pasien pada 27 Juli 2024.

Pada 28 Juli 2024, Wahyuni akhirnya meminta pulang dan membawa anaknya ke RS Pertamedika Kota Tarakan, di mana diketahui tangan anaknya membengkak karena jarum infus yang tidak masuk ke tubuh.

Kekecewaan Wahyuni terhadap pelayanan RSUD Nunukan ia tuangkan di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

Wahyuni berharap agar pasien lain tidak mengalami hal serupa. Semoga dengan peristiwa ini, pihak rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanannya untuk kepuasan pasien di masa depan.

RESPONS RSUD NUNUKAN

Plt Direktur RSUD Nunukan, Sabaruddin menyatakan, pihaknya melakukan investigasi untuk mencari apakah terdapat kesalahan prosedur atau penanganan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Hasil investigasi sementara, bayi berusia 1,5 tahun tersebut diobati panasnya. Dan karena sempat muntah, dokter memberikan obat muntah.

Manajemen RSUD Nunukan menegaskan, pelayanan pasien di IGD dilakukan sesuai SOP dengan kontrol setiap dua jam.

Permasalahan tangan bayi yang bengkak juga diakui, namun bukan disebabkan oleh kesalahan dalam pemasangan jarum.

Jika diperlukan, pihak RSUD akan melakukan konfirmasi dengan orang tua pasien melalui telepon atau kunjungan langsung ke rumah mereka. (ESD)

Diolah dari sumber : Kabarnunukan.com

Headline Kesehatan Viral
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

DKPP Perkuat Kolaborasi Verval dan PPL Demi Akurasi Data Pupuk Bersubsidi

24/07/20263 Mins Read

DKPP Turun Langsung Periksa Empat Sapi Usai Laporan Warga Nunukan

22/07/20263 Mins Read

TBM Patok Dua Perkuat Karakter dan Literasi Generasi Muda Perbatasan

15/07/20263 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.