Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » LMND Nunukan Pertanyakan Nihilnya Regulasi Rumput Laut Yang Telah Menjadi Penopang Ekonomi Terbesar Masyarakat
Sosial

LMND Nunukan Pertanyakan Nihilnya Regulasi Rumput Laut Yang Telah Menjadi Penopang Ekonomi Terbesar Masyarakat

18/07/20242 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

NUNUKAN – Masyarakat nelayan dan pembudidaya rumput laut Nunukan dan Sebatik, bersama Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), berdemo di Kantor DPRD Nunukan, menuntut peran pemerintah untuk mengatasi harga dan membuat aturan tata niaga rumput laut, Senin (15/7/2024).

Perwakilan dan juru bicara LMND Nunukan, Jefri Lamadike, menjabarkan, penurunan harga rumput laut berimbas luas, bahkan mempegaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sudah seringkali terdengar pencurian dan berakhir dengan pembunuhan, juga bentuk pidana lain dengan alasan merosotnya ekonomi Nunukan.

‘’Kita semua tahu kalau rumput laut adalah sumber perputaran ekonomi terbesar masyarakat. Bahkan terjadinya penambahan kursi DPRD Nunukan yang tadinya 25 kursi menjadi 30 kursi, adalah berkat daya tarik rumput laut,’’ kata Jefri.

Dengan demikian, Pemda dan DPRD Nunukan wajib memandang sentra rumput laut menjadi skala prioritas.

Dengan merumuskan regulasi yang menaungi, melindungi, dan memastikan harga jual masyarakat tidak anjlok seperti yang terjadi setahun belakangan.

‘’Pada Pasal 1 ayat 3 UUD 1945, negara ini adalah negara hukum berdasar legalitas. Buat aturan yang mengikat dan menjadi rujukan yang menjamin usaha rumput laut masyarakat. Kenapa setiap tahun ada Raperda inisiatif DPRD ataupun Pemda, tapi regulasi rumput laut, tidak terakomodir,’’ protesnya.

Jefri menegaskan, puluhan massa yang hadir ke gedung Rakyat di DPRD Nunukan, bukan bermaksud menggoyang kedudukan dan jabatan para pejabat.

Melainkan, memohon solusi atas masalah harga dan tata niaga rumput laut Nunukan, yang seakan berjalan tanpa perlindungan hukum dan legalitas.

‘’PR pemerintah dan DPRD kedepan adalah merumuskan regulasi rumput laut. Masyarakat sudah mandiri berusaha, tapi dukungan dan peran pemerintah kok tidak terdengar,’’ kata dia. (Sunber Kabar Nunukan)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

BAPANAS Perketat Pengawasan Pangan Segar di Pasar Tradisional Nunukan

10/07/20263 Mins Read

Gerinda Politik di Pasar Jamaker

22/06/20263 Mins Read

Seorang TKI Malaysia Ditemukan Tewas Gantung Diri

07/11/20241 Min Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.