Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Juragan Rumput Laut Di Nunukan Tewas Akibat Tikaman Senjata Tajam, Istri Dilarikan Ke RSUD
Nunukan

Juragan Rumput Laut Di Nunukan Tewas Akibat Tikaman Senjata Tajam, Istri Dilarikan Ke RSUD

17/07/20243 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

NUNUKAN – Seorang juragan rumput laut di Nunukan, Kalimantan Utara, Sjam Alimuddin (52) tewas akibat tusukan senjata tajam di bagian dada.

Sementara istrinya, Aminah Moudi Melania (24), dilarikan ke RSUD Nunukan dengan sejumlah luka tusukan dan sayatan di tubuh dan tangannya.

Saksi mata kejadian Iskandar, mengungkapkan, peristiwa maut tersebut, terjadi pada Sabtu (6/7/2024),sekira pukul 03.15 wita, di rumah tinggal sekaligus gudang rumput laut milik korban, di Jalan Ujang Fatimah RT 04, Desa Binusan, Nunukan Barat.

‘’Saya ditelpon istri korban, kebetulan saya adalah pekerja korban. Sudah dua tahun saya bekerja dan kalau ada apa apa saya biasanya memang ditelpon Ibu (istri korban) meminta tolong melalui telpon agar membawa Bapak (korban) ke rumah sakit,’’ ujarnya, ditemui, Minggu (7/7/2024).

Iskandar yang menerima telpon di pagi buta, terkejut dan bergegas ke rumah korban. Namun saat itu, pintu rumah korban dalam kondisi terkunci. Sehingga ia memutuskan untuk memanggil ketua RT setempat, bersama warga.

‘’Pas saya kesana (rumah korban), pintunya semua terkunci. Itu korban dan istrinya dikuncikan didalam oleh pelaku. Jadi saya kembali bersama warga, dan mendobrak pintu rumahnya,’’ ujarnya lagi.

Warga melihat korban tergeletak dalam genangan darah, dari balik kaca bening di rumah tersebut.

Terdapat luka bekas tusukan senjata tajam cukup dalam dan menganga di bagian dada kanan yang tembus ke jantung, dan diduga menjadi penyebab kematian korban.

‘’Kami sampai, korban sudah meninggal. Satunya (istri korban) banyak dia luka, ada bekas tusukan dan irisan. Korban masih di rumah sakit semuanya,’’ lanjut Iskandar.

Dari cerita istri korban yang didengar oleh Iskandar dan warga setempat, awalnya istri korban terbangun karena mendengar suara berisik.

Ia heran melihat pintu kamarnya terbuka, dan lebih terkejut lagi, ketika mendapati ada orang di bawah ranjang mereka.

Istri korban berteriak histeris sembari membangunkan suaminya. Akibat teriakan tersebut, laki laki bertopeng panik, dan menyerang kedua korban.

‘’Pelaku kami kejar. Jadi dari kemarin semua warga mengejar pelaku bersama polisi. Kami juga baru pulang ke rumah lepas dubuh tadi,’’ kata Iskandar lagi.

PELAKUNYA PEMUDA BISU

Iskandar mengatakan, terduga pelaku yang menganiaya hingga menewaskan salah satu korban, adalah pemuda bisu, yang juga penduduk sekitar.

‘’Kemarin sempat diamankan, tapi pelaku melawan dan kabur. Ini lokasi pencariannya hutan mangrove dan terkendala air pasang. Jadi dari kemarin kami cari belum ketemu lagi,’’ kata Iskandar.

Menurut warga sekitar, terduga pelaku, masih berusia sekitar 20 tahun. Pemuda tuna wicara tersebut, selalu ikut orang tuanya memukat rumput laut.

‘’Bapaknya sudah ditahan polisi. Kalau anaknya yang menjadi pelaku, masih terus dicari,’’ kata dia.

Untuk diketahui, lokasi kejadian, berada lumayan jauh dari tetangga. Rumah tinggal korban merupakan bangunan permanen dengan dua lantai.

Di lantai bawah, digunakan sebagai gudang penyimpangan rumput laut, sekaligus kantor. Terdapat CCTV di rumah tersebut.

Sampai berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Kapolsek Nunukan Kota, Iptu Disko Barasa, belum mau berkomentar apa pun saat dihubungi.

Sejumlah polisi dan masyarakat, saat ini masih bahu membahu mencari terduga pelaku.

Kawasan mangrove, kondisi cuaca pasca hujan deras dan air pasang, menjadi kendala dalam pencarian pelaku. (Sumber Kabar Nunukan)

 

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

Koperasi Desa di Nunukan Berharap Kebijakan Baru Tak Ganggu Usaha Warga

29/06/20264 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.