TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara Payangan, berkomitmen mengubah wajah wilayah perbatasan negara menjadi terang benderang. Melalui gagasan strategis bertajuk program ‘Kaltara Terang di Perbatasan Negeri’, Yosua menargetkan percepatan elektrifikasi di daerah pelosok guna mendongkrak produktivitas warga dan menekan angka kemiskinan.
Yosua mengungkapkan bahwa masyarakat di beranda terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan Malaysia masih merasakan kesenjangan akses energi yang tajam. Saat warga kota menikmati listrik sebagai kebutuhan dasar, warga perbatasan justru masih menganggap listrik sebagai barang mewah.
“Banyak desa hanya mengandalkan genset dengan biaya tinggi, bahkan ada warga yang sama sekali belum menikmati listrik sepanjang hidup mereka,” ujar Yosua kepada media di Tanjung Selor.
Menyadari kondisi geografis Kaltara yang didominasi hutan lebat, pegunungan terjal, dan sungai besar, Yosua menawarkan solusi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Program ini memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan sistem off-grid.
Gagasan yang ia presentasikan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Jawa Tengah ini menjadi jawaban atas roadmap pembangunan perbatasan periode 2025–2030.
“Kami menyiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur serta skema pendanaan multi-sumber, mulai dari APBN, APBD, dana CSR, hingga kolaborasi hexahelix yang melibatkan pihak swasta dan akademisi,” jelasnya.
Yosua telah menyusun langkah konkret dalam tiga tahapan implementasi:






