Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Surplus Listrik 47 MW, Modal Awal Kesiapan Energi Bagi Investor KIH Tanah Kuning
Advertorial

Surplus Listrik 47 MW, Modal Awal Kesiapan Energi Bagi Investor KIH Tanah Kuning

24/09/20262 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

TANJUNG SELOR — Ketersediaan energi yang memadai menjadi salah satu penunjang kepastian investasi di Kawasan Industri Hijau (KIH) Tanah Kuning–Mangkupadi, Kalimantan Utara (Kaltara). Dinas ESDM Kaltara mencatat surplus listrik sekitar 47 MW, sekaligus menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur sebelum kawasan mulai beroperasi.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara memastikan kapasitas kelistrikan yang tersedia saat ini masih memiliki ruang untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan energi di kawasan industri tersebut.

Berdasarkan evaluasi bersama Kementerian ESDM, kemampuan suplai daya listrik di Kaltara mencapai 154 MW. Sementara itu, beban atau kebutuhan listrik eksisting berada di kisaran 107 MW.

Dengan kondisi tersebut, terdapat surplus daya sekitar 47 MW yang dapat menjadi modal awal untuk mendukung pengembangan kawasan industri di Tanah Kuning.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan kita tidak boleh terlambat dan pembangunan sarana kelistrikan perlu berjalan seiring dengan perkembangan kawasan industri.

Melalui skema tersebut, operasional kawasan industri tidak harus sepenuhnya menunggu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) rampung.

“Kita perlu memastikan infrastruktur energi sudah siap ketika industri mulai beroperasi. Jangan sampai kawasan industrinya siap, tetapi energinya belum siap,” tegasnya.

Ferdy menambahkan, kesiapan energi turut menentukan kepastian bagi calon investor.

“Pembangunan infrastruktur energi harus disiapkan lebih awal dan berjalan beriringan dengan penyelesaian infrastruktur industri, tanpa harus menunggu pembangunan PLTA selesai sepenuhnya,” pungkasnya.

ESDM Kaltara
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

Malaria Jadi Perhatian Serius, Nunukan-Sabah Bangun Sistem Pengendalian Bersama

08/10/20264 Mins Read

ESDM Kaltara, Koordinasi dukung Efektivitas Kinerja Dinas di Perkuat

30/09/20262 Mins Read

ESDM Kaltara Gencarkan Sosialisasi Perizinan Air Tanah dan Mitigasi Bencana

28/09/20262 Mins Read

TRENDING

Pemkab Nunukan Lantik 7 PNS, Ini Daftar Pejabat yang Menempati Posisi Baru

27/10/20263 Mins Read

DKPP Nunukan Raih Juara III Pawai Budaya Lewat Kreasi Busana Hasil Bumi

12/10/20264 Mins Read

PAD Kaltara Diperkuat, Wagub Minta Pajak dan Retribusi Dikaji Lebih Optimal

01/09/20263 Mins Read

HIMPAUDI Sebatik Utara-Tengah Gelar Lomba Semarak Hari Anak dan HUT ke-81 RI

13/09/20264 Mins Read

Malaria Jadi Perhatian Serius, Nunukan-Sabah Bangun Sistem Pengendalian Bersama

08/10/20264 Mins Read

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.