Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home ยป Kisah Nenek Rupiah, Terlantar di Nunukan, Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah
Sosial

Kisah Nenek Rupiah, Terlantar di Nunukan, Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

02/08/20242 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

FOKUS KALTARA – Seorang nenek berusia 80 tahun bernama Rupiah asal Jombang, Jawa Timur, saat ini tinggal sendirian di Nunukan, Kalimantan Utara.

Sudah lebih dari lima bulan, ia ditampung di rumah Purnomo Putro, Ketua Paguyuban Keluarga Jawa (Pakuwaja) di Sei Bilal Nunukan.
Nenek Rupiah mengungkapkan bahwa ia telah merantau sejak usia muda setelah diceraikan oleh suaminya yang berselingkuh dengan adik kandungnya.
Meskipun ia tidak ingat banyak cerita hidupnya, salah satu kisah yang paling membekas adalah cerita asmara segitiga yang membuat hatinya terluka.
Setelah mengalami berbagai pengalaman pahit, Rupiah memutuskan merantau ke Kalimantan untuk menghapus luka yang disebabkan oleh keluarganya.
Di perjalanan merantau, ia bekerja sebagai tukang masak sebelum akhirnya terlantar di Nunukan.
Meski terkadang pikun, Rupiah masih bisa mendengar dan melihat dengan jelas.
Namun, Purnomo Putro yang menampungnya sering kali merasa kesulitan karena nenek Rupiah seringkali buang air sembarangan.
Anggota keluarga Purnomo juga merasa kesulitan karena harus membersihkan kotoran nenek Rupiah sambil mengurus empat anak mereka dan usaha menjahit.
Purnomo berharap agar Dinas Sosial dapat memberikan perhatian lebih pada kasus nenek Rupiah dan menemukan solusi yang tepat, mengingat kondisinya yang tidak memiliki keluarga dan panti jompo di Kaltara sudah penuh.
Parmedy dari Dinas Sosial Nunukan mengatakan bahwa mereka telah melakukan asesmen terhadap nenek Rupiah dan berharap Kementrian Sosial dapat memberikan solusi untuk masalah ini. (ESD)
Artikel ini diolah dari sumber : kabarnunukan.com

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

BAPANAS Perketat Pengawasan Pangan Segar di Pasar Tradisional Nunukan

10/07/20263 Mins Read

Gerinda Politik di Pasar Jamaker

22/06/20263 Mins Read

Seorang TKI Malaysia Ditemukan Tewas Gantung Diri

07/11/20241 Min Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.