Close Menu
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Pemprov Kaltara
  • Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Fokus KaltaraFokus Kaltara
  • Berita
  • Hukrim
  • Nunukan
  • Politik
  • Pemprov Kaltara
  • Advertorial
Home » Pencurian Rumput Laut Dikeluhkan Pendemo, DPRD Nunukan Pertanyakan Anggaran Pengawasan DKP Kaltara
Sosial

Pencurian Rumput Laut Dikeluhkan Pendemo, DPRD Nunukan Pertanyakan Anggaran Pengawasan DKP Kaltara

18/07/20243 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

NUNUKAN – Keluhan pembudidaya dan petani rumput laut Nunukan dan Sebatik, yang mengaku tanamannya selalu menjadi sasaran pencuri, hingga pondasinya terbongkar, menjadi sorotan tajam DPRD Nunukan.

Anggota DRPD Nunukan, Andre Pratama, mengaku heran dengan kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara.

Selaku OPD pengampu, DKP Kaltara, justru tidak terdengar kinerjanya. Padahal, kata Andre, dari data yang diperoleh DPRD Nunukan, DKP Kaltara, memiliki anggaran BBM sekitar Rp. 1,5 miliar untuk patroli pengawasan di 5 Kabupaten/Kota se- Kaltara.

‘’Kepala DKP Kaltara tidak ada kena kenanya dua tahun belakangan. Kemana itu anggaran BBM Rp. 1,5 miliar. Coba DKP Nunukan bersurat langsung ke Gubernur supaya menjadi teguran. Kami DPRD juga akan mempertanyakan ini ke Pak Gubernur atas dasar surat itu nanti,’’ kata Andre, Senin (15/7/2024) dalam hering bersama pendemo.

Ia menambahkan, munculnya kebijakan Presiden Jokowi untuk hilirisasi rumput laut, dan larangan ekspor mentah, menyebabkan turunnya harga rumput laut.

Kendati demikian, Kementrian Perdagangan RI telah meminta seluruh Dinas Perdagangan yang memiliki sentra rumput laut, untuk menyurat agar tidak terkena dampak hilirisasi dan larangan eskpor rumput laut mentah, sembari memastikan kepemilikan sejumlah pabrik karagenan.

‘’Nunukan punya alasan untuk menuangkannya dalam surat yang diminta Kemendagri. Rumput laut Cottony dunia, disebut 60 persen berasal dari Nunukan,’’ jelas Andre.

Andre juga meminta  Pemda Nunukan memastikan para pengusaha lokal menjadi prioritas.

Jika ada pengusaha luar Pulau yang masuk, harus dipastikan kepemilikan SIUP pengelolaan dan pemasaran.

Alasannya, pengusaha luar Nunukan akan mudah menawar harga jual, karena sudah tahu biaya yang dikeluarkan petani, mulai mengikat bibit, sampai penjualan.

‘’DPRD Nunukan berharap ada proteksi berbentuk Perbup. Kita mau dua bulan kedepan rancangan Perbup sudah ada, sehingga setelah DPRD baru dilantik, kita bisa menentukan harga terendah rumput laut, dan akan kita kuatkan dengan Perda,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Kisah Delta, Bocah Perempuan Usia 10 Tahun yang Terpaksa Tinggalkan Bangku Sekolah Demi Merawat Adiknya yang Stunting

‘’Seharusnya, jika semua pihak, baik pedagang, pembudidaya, Dinas Perdagangan, DKP, Asisten Ekonomi dan Pembangunan duduk bersama, bisa selesai masalah ini. Jangan selalu berselisih, karena tidak akan ada titik temunya kalau begitu terus,’’ tambahnya.

Terakhir, Andre meminta Pemda bisa memberikan bantuan berupa teropong night vision, agar aksi pencurian rumput laut di malam hari, bisa terawasi.

‘’Selain kerja sama dengan APH, mohon ada bantuan teropong malam. Itu aksi pencurian bisa terpantau dan bisa segera diamankan,’’ tutupnya.

Saran dan usulan Andre, kemudian menjadi kesimpulan rapat dalam hering tersebut.

Hadir dalam RDP, Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Handoyo, Kapolsek Nunukan Kota, Iptu Disko Barasa, Kapolsek KSKP, Iptu Rizal Muhammad, KSOP Nunukan, Agus Bora.

Perwakilan PT Pelindo, Ketua Asosiasi Pedagang Rumput Laut (APRL), Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bagian Ekonomi dan Pembangunan.

Anggota DPRD Nunukan, masing masing, Saleh sebagai pimpinan rapat, Hamsing, Darmawansyah, Andre Pratama, Ahmad Triady, Andi Krislina, Adama, dan Nikmah. (Sumber Kabar Nunukan)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp

Related Posts

BAPANAS Perketat Pengawasan Pangan Segar di Pasar Tradisional Nunukan

10/07/20263 Mins Read

Gerinda Politik di Pasar Jamaker

22/06/20263 Mins Read

Seorang TKI Malaysia Ditemukan Tewas Gantung Diri

07/11/20241 Min Read

TRENDING

Warga Sebatik 40 Tahun Menanti Listrik PLN di Tengah Demam Piala Dunia 2026

19/06/20264 Mins Read

Harganas 2026, Gubernur Kaltara Serukan Ketahanan Keluarga Hadapi Tantangan Digital

29/06/20263 Mins Read

MTQ X Kaltara Hadirkan 330 Peserta, Gubernur Tekankan Nilai Qur’ani

30/06/20263 Mins Read

Reses, Ramsah Janji Perjuangkan Infrastruktur Sebatik pada 2027

18/06/20263 Mins Read

Kebakaran Rumah di Sebuku Diduga Dipicu Korsleting, Warga Sempat Dengar Ledakan

30/06/20262 Mins Read

DPRD Bulungan Apresiasi Tiga Raperda, Wakil Bupati Pastikan Masukan Diakomodasi

29/06/20263 Mins Read

Amukan Api di Lokasi yang Sama: Kebakaran Toko Sembako Nunukan Jalar Cepat, Rugi Ratusan Juta

20/06/20263 Mins Read

Jalan Perbatasan Jadi Sorotan, Wagub Kaltara Dorong Percepatan Perbaikan Akses

03/07/20263 Mins Read
Fokus Kaltara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
© 2026 FOKUS KALTARA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.